Ada seorang Hacker yang sudah keluar dari penjara hacker. dia sudah tobat dan ditawari pekerjaan di kantor polisi sebagai komando pasukan khusus penangkap teroris. suatu hari, dia ditugaskan utk menangkap gembong teroris yang paling berbahaya, yaitu Mr.0. sayangnya, tugas yang diberikan gagal karena ada diskoneksi antara hacker tersebut dan pasukannya. beginilah komando sang hacker:
Hacker(H): baiklah, trojan 1, doom 2, kalian menyusup kedalam komputer mereka. lalu, basmi beberapa worm yang ada disana!!!cepat!!!
Pasukan(P): eeerrr...komandan, maksud anda, worm yang bagaimana???
Hacker(H): worm!!!masa kamu gak tau sih?!ya sudah, begini saja, kalau begitu, kita sekarang stand by ditempat, lalu, jika ada aba2 menyerang, kalian tembak saja malware2 yang kelihatan. oh ya, hati2 juga terhadap spyware mereka....
P: ???maksud anda???
H: yasudah cepat laksanakan saja perintah saya!!!jangan sampai port kita diserang. kalau IE kita rusak, pakai saja firefox!!!!kalau kita sudah terdesak, kita shut down. apabila tugas kalian sudah selesai, kita langsung log off dan balik ke PC masing2!!!
P:????
H: ......
Minggu, 30 November 2008
Gila Tapi Tidak BODOH
Suatu hari, Temon yang mahasiswa psikologi bersama Abdel datang ke sebuah Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan penelitian kejiwaan disana. Temon kebetulan dapat pinjaman mobil ayahnya.
Sepulang dari penelitian, tiba-tiba ban mobil Temon kempes tepat di dekat pintu gerbang Rumah Sakit Jiwa. Temon pun turun sambil memaki-maki dalam hati.
"Sial, sudah seharian ngumpul orang gila sekarang ban mobil gue kempes lagi", gerutu Temon.
Temon lalu turun dari mobil dan mengganti ban mobil yang kempes dengan ban cadangan. Malangnya, saat akan memasang kembali ban mobil, keempat mur jatuh ke dalam lubang saluran air.
"Sial.. sial.. sial...!", maki Temon.
Abdel pun hanya bisa mengangkat tangan.
"Terus gimana Mon?", tanya Abdel.
"Nggak tahu, masa kita mesti jalan ke bengkel cari mur?", jawab Temon.
Tiba-tiba seorang pasien Rumah Sakit Jiwa yang dari tadi mengawasi keempat mahasiswa psikologi itu nyeletuk, "Ambil aja dari masing-masing roda satu mur lalu pasang di situ. Ntar kalau sudah ketemu bengkel baru beli mur lagi."
Temon dan Abdel tersenyum girang dan mulai melepas satu mur dari masing-masing roda untuk memasang roda yang murnya hilang. Setelah bersusah payah, akhirnya keempat roda sudah terpasang dan mobil sudah siap jalan lagi.
Tiba-tiba terbersit satu pikiran di benak Temon.
"Loh, bapak tadi bisa ngasih saya ide cemerlang. Lalu kenapa bapak bisa di Rumah Sakit Jiwa?", tanya Temon.
"Saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh", jawab si pasien sambil ngeloyor pergi. ?????
Sepulang dari penelitian, tiba-tiba ban mobil Temon kempes tepat di dekat pintu gerbang Rumah Sakit Jiwa. Temon pun turun sambil memaki-maki dalam hati.
"Sial, sudah seharian ngumpul orang gila sekarang ban mobil gue kempes lagi", gerutu Temon.
Temon lalu turun dari mobil dan mengganti ban mobil yang kempes dengan ban cadangan. Malangnya, saat akan memasang kembali ban mobil, keempat mur jatuh ke dalam lubang saluran air.
"Sial.. sial.. sial...!", maki Temon.
Abdel pun hanya bisa mengangkat tangan.
"Terus gimana Mon?", tanya Abdel.
"Nggak tahu, masa kita mesti jalan ke bengkel cari mur?", jawab Temon.
Tiba-tiba seorang pasien Rumah Sakit Jiwa yang dari tadi mengawasi keempat mahasiswa psikologi itu nyeletuk, "Ambil aja dari masing-masing roda satu mur lalu pasang di situ. Ntar kalau sudah ketemu bengkel baru beli mur lagi."
Temon dan Abdel tersenyum girang dan mulai melepas satu mur dari masing-masing roda untuk memasang roda yang murnya hilang. Setelah bersusah payah, akhirnya keempat roda sudah terpasang dan mobil sudah siap jalan lagi.
Tiba-tiba terbersit satu pikiran di benak Temon.
"Loh, bapak tadi bisa ngasih saya ide cemerlang. Lalu kenapa bapak bisa di Rumah Sakit Jiwa?", tanya Temon.
"Saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh", jawab si pasien sambil ngeloyor pergi. ?????
Ayah Yang Beruntung
Suatu ketika, seorang anak berlari menuju ke ayahnya. Ia sehabis pulang dari sekolah mengambil hasil ujiannya.
Ayah : "Anakku, bagaimana hasil ujiannya?"
Anak : "Hai, baik Yah. Ayah pasti senang karena ayah akan menjadi ayah yang beruntung..."
Ayah : "Beruntung bagaimana? Kok bisa, kamu mengatakan seperti itu? Apa hubungannya dengan nilai ujianmu?"
Anak : "Iya, Ayah tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas...."
Ayah : "???"
Ayah : "Anakku, bagaimana hasil ujiannya?"
Anak : "Hai, baik Yah. Ayah pasti senang karena ayah akan menjadi ayah yang beruntung..."
Ayah : "Beruntung bagaimana? Kok bisa, kamu mengatakan seperti itu? Apa hubungannya dengan nilai ujianmu?"
Anak : "Iya, Ayah tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan buku baru buatku tahun ini. Aku tidak naik kelas...."
Ayah : "???"
Si Gagap Jualan Buku
Ada seorang Pengusaha yang baru memulai usaha baru untuk memasarkan Buku Cerita / Novel, karena dia butuh karyawan dia membuka lowongan kerja buat dijadikan seorang sales, dan ada seseorang yang berbicaranya gagap..
Gagap : "Sese.. la..mat paagi.. Pak...!!!"
Pengusaha : "Selamat pagi..."
Gagap : "Saa ya.. lii.. hat di sii..ni bu..tuh karr..yaa..wann.. Pak??"
Pengusaha : "Iya, saya butuh karyawan yang pandai dan bisa membuat laku buku-buku saya."
Gagap : "Saa..ya bii..sa Pak..!"
Pengusaha : "Bisa apa?? kamu ngomong saja susah.. bagaimana mau menjadi sales?? Sedangkan sales itu harus pintar berbicara dan harus lancar...?"
Gagap : "Baa..pak booleh coo..baa duulu saa..ya pas..ti bisa!!"
Pengusaha : "Baik coba kamu jual 5 buku ini.. 1 jam kemudian kamu kembali."
Gagap : "Baa..ikk Pak!!"
Setelah 1 jam Gagap kembali keperusahaan tersebut dan menyetor semua hasil penjualannya,
Gagap : "Ini Pak Haa..sill..nya."
Pengusaha : "Wahh hebat... Bagaimana kamu bisa menjualnya??"
Gagap : "Gaam..pang Pak!! Saa..ya Menna..warkan tee.russ kaa..lau dito..lak, saa..yaa bii..lang... Maau Beeli aatau.. Saaya Baacain Buukunya Saampai Haabiss.....???"
Gagap : "Sese.. la..mat paagi.. Pak...!!!"
Pengusaha : "Selamat pagi..."
Gagap : "Saa ya.. lii.. hat di sii..ni bu..tuh karr..yaa..wann.. Pak??"
Pengusaha : "Iya, saya butuh karyawan yang pandai dan bisa membuat laku buku-buku saya."
Gagap : "Saa..ya bii..sa Pak..!"
Pengusaha : "Bisa apa?? kamu ngomong saja susah.. bagaimana mau menjadi sales?? Sedangkan sales itu harus pintar berbicara dan harus lancar...?"
Gagap : "Baa..pak booleh coo..baa duulu saa..ya pas..ti bisa!!"
Pengusaha : "Baik coba kamu jual 5 buku ini.. 1 jam kemudian kamu kembali."
Gagap : "Baa..ikk Pak!!"
Setelah 1 jam Gagap kembali keperusahaan tersebut dan menyetor semua hasil penjualannya,
Gagap : "Ini Pak Haa..sill..nya."
Pengusaha : "Wahh hebat... Bagaimana kamu bisa menjualnya??"
Gagap : "Gaam..pang Pak!! Saa..ya Menna..warkan tee.russ kaa..lau dito..lak, saa..yaa bii..lang... Maau Beeli aatau.. Saaya Baacain Buukunya Saampai Haabiss.....???"
Huhh...Mentang-mentang naik Harley Davidson !!!!!!
Tiga orang pemuda sedang naik mobil kaget karena tiba-tiba sebuah motor Harley Davidson mendahului mereka dan pengemudinya berteriak, "Hoooi! Elu sudah pernah naik Harley belum?" lalu dia langsung tancap gas.
"Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayo kita kejar!" kata pemuda yang nyetir mobil. "Ayo!" balas temannya. Mobil itu kemudian tancap gas dan berhasil menyalip Harley.
Ngga' lama kemudian, Harley tersebut berhasil menguber mobil lagi dan pengendara Harleynya berteriak, "Hoooi! Elu sudah pernah naik Harley belum?" Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.
"Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih!" pemuda yang nyetir mobil keki berat.
Rupanya di persimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan dan pengemudinya ketiban motor itu sendiri. Setelah tahu yang tabrakan adalah Harley yang ngeledek mereka, kedua orang pengemudi ini turun dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut.
"Hoi...elu pernah naik Harley enggak?" kata pengemudia Harley sambil meringis kesakitan. "Heh lu tuh udah tabrakan, ketiban motor, masih sombong, mau lu apa sih?" kata salah seorang pemuda yang nyetir mobil dengan sewot.
Lalu pengendara Harley itu ngomong, "Maksudnya, gua mau tanya kalau lo udah pernah naik Harley kasih tau gua rem-nya di mana?"
"Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayo kita kejar!" kata pemuda yang nyetir mobil. "Ayo!" balas temannya. Mobil itu kemudian tancap gas dan berhasil menyalip Harley.
Ngga' lama kemudian, Harley tersebut berhasil menguber mobil lagi dan pengendara Harleynya berteriak, "Hoooi! Elu sudah pernah naik Harley belum?" Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.
"Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih!" pemuda yang nyetir mobil keki berat.
Rupanya di persimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan dan pengemudinya ketiban motor itu sendiri. Setelah tahu yang tabrakan adalah Harley yang ngeledek mereka, kedua orang pengemudi ini turun dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut.
"Hoi...elu pernah naik Harley enggak?" kata pengemudia Harley sambil meringis kesakitan. "Heh lu tuh udah tabrakan, ketiban motor, masih sombong, mau lu apa sih?" kata salah seorang pemuda yang nyetir mobil dengan sewot.
Lalu pengendara Harley itu ngomong, "Maksudnya, gua mau tanya kalau lo udah pernah naik Harley kasih tau gua rem-nya di mana?"
doa seorang bocah..
Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah, tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan:
*********************
Kepada Yth
Tuhan
di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan saya butuh uang Rp.20000 untuk beli obat ibu, Rp.20000 untuk membayar uang sekolah, Rp.10000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp.10000. Jadi semuanya Rp.60000 Tuhan.
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari : Rio
*********************
Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. Bingung mau dikemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp.55000.
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, dan menulis keterangan "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Rio.
Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp.55000 Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi:
*********************
TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP.5000!
*********************
Polisi : GUBRAKKKK.....
*********************
Kepada Yth
Tuhan
di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan saya butuh uang Rp.20000 untuk beli obat ibu, Rp.20000 untuk membayar uang sekolah, Rp.10000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp.10000. Jadi semuanya Rp.60000 Tuhan.
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari : Rio
*********************
Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. Bingung mau dikemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp.55000.
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, dan menulis keterangan "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Rio.
Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp.55000 Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi:
*********************
TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP.5000!
*********************
Polisi : GUBRAKKKK.....
Cara Keluar Dari Kamar Tak Berpintu
Suatu hari terlihat 2 orang anak yang sedang bermain tebak2an, sebut saja mereka Sondang dan Paidi.
Sondang: "Di, aku punya tebakan. Kalau kamu bisa jawab, kamu minta apa aja aku beliin!"
Paidi: "Ok deh, paling tebakanmu itu2 aja..."
Sondang: "Gimana caranya keluarin orang didalam kamar yang tidak ada pintunya dan tanpa bantuan alat apapun?"
Paidi: "Wah, kalo itu sih sulit! Gimana bisa panjat atau bongkar tuh tembok kalo gak ada alatnya! Terus apa dong solusinya..???!"
Sondang: "Bodo banget sih kamu! Ya tinggal keluar aja, wong kamarnya tidak ada pintunya!!!"
Sondang: "Di, aku punya tebakan. Kalau kamu bisa jawab, kamu minta apa aja aku beliin!"
Paidi: "Ok deh, paling tebakanmu itu2 aja..."
Sondang: "Gimana caranya keluarin orang didalam kamar yang tidak ada pintunya dan tanpa bantuan alat apapun?"
Paidi: "Wah, kalo itu sih sulit! Gimana bisa panjat atau bongkar tuh tembok kalo gak ada alatnya! Terus apa dong solusinya..???!"
Sondang: "Bodo banget sih kamu! Ya tinggal keluar aja, wong kamarnya tidak ada pintunya!!!"
Pegawai Baru yang Kelewatan
Andi gembira luar biasa karena setelah dua tahun menganggur akhirnya dia diterima bekerja disebuah perusahaan besar yang memiliki kantor gedung bertingkat.
Pada hari pertama bekerja, dia mendapat ruangan kantor yang lumayan nyaman dan karena kelewat senang dia langsung angkat telepon dan berniat meminta minuman.
Telepon : "Hallo......?"
Andi : " Hei....... antar kopi ke ruangan saya sekarang juga ya....!!!!"
Telepon : " Kurang ajar.....!! tahu dengan siapa anda bicara sekarang ini hah...!!!"
Andi : "Tidak...."
Telepon : "SAYA PRESIDEN DIREKTUR DI PERUSAHAAN INI.. TAHU......!!!"
Andi ternyata tidak kalah gertak dan membalas,
Andi : "Oh.. Ya....! tahu dengan siapa Bapak bicara sekarang ini ....?"
Telepon : "Tidak...!!"
Andi : "Syukurlah kalau begitu..." dan langsung menutup ganggang teleponnya.
Pada hari pertama bekerja, dia mendapat ruangan kantor yang lumayan nyaman dan karena kelewat senang dia langsung angkat telepon dan berniat meminta minuman.
Telepon : "Hallo......?"
Andi : " Hei....... antar kopi ke ruangan saya sekarang juga ya....!!!!"
Telepon : " Kurang ajar.....!! tahu dengan siapa anda bicara sekarang ini hah...!!!"
Andi : "Tidak...."
Telepon : "SAYA PRESIDEN DIREKTUR DI PERUSAHAAN INI.. TAHU......!!!"
Andi ternyata tidak kalah gertak dan membalas,
Andi : "Oh.. Ya....! tahu dengan siapa Bapak bicara sekarang ini ....?"
Telepon : "Tidak...!!"
Andi : "Syukurlah kalau begitu..." dan langsung menutup ganggang teleponnya.
Pegawai Baru yang Kelewatan
Andi gembira luar biasa karena setelah dua tahun menganggur akhirnya dia diterima bekerja disebuah perusahaan besar yang memiliki kantor gedung bertingkat.
Pada hari pertama bekerja, dia mendapat ruangan kantor yang lumayan nyaman dan karena kelewat senang dia langsung angkat telepon dan berniat meminta minuman.
Telepon : "Hallo......?"
Andi : " Hei....... antar kopi ke ruangan saya sekarang juga ya....!!!!"
Telepon : " Kurang ajar.....!! tahu dengan siapa anda bicara sekarang ini hah...!!!"
Andi : "Tidak...."
Telepon : "SAYA PRESIDEN DIREKTUR DI PERUSAHAAN INI.. TAHU......!!!"
Andi ternyata tidak kalah gertak dan membalas,
Andi : "Oh.. Ya....! tahu dengan siapa Bapak bicara sekarang ini ....?"
Telepon : "Tidak...!!"
Andi : "Syukurlah kalau begitu..." dan langsung menutup ganggang teleponnya.
Pada hari pertama bekerja, dia mendapat ruangan kantor yang lumayan nyaman dan karena kelewat senang dia langsung angkat telepon dan berniat meminta minuman.
Telepon : "Hallo......?"
Andi : " Hei....... antar kopi ke ruangan saya sekarang juga ya....!!!!"
Telepon : " Kurang ajar.....!! tahu dengan siapa anda bicara sekarang ini hah...!!!"
Andi : "Tidak...."
Telepon : "SAYA PRESIDEN DIREKTUR DI PERUSAHAAN INI.. TAHU......!!!"
Andi ternyata tidak kalah gertak dan membalas,
Andi : "Oh.. Ya....! tahu dengan siapa Bapak bicara sekarang ini ....?"
Telepon : "Tidak...!!"
Andi : "Syukurlah kalau begitu..." dan langsung menutup ganggang teleponnya.
Lagi Menerima Fax
Tiga orang pria lagi bersantai di sebuah sauna. Tiba2 ada bunyi "beep" berulang kali. Pria pertama menekan sikunya, dan suara tersebut berhenti. Yang lain melihat nya dengan penuh keheranan.
"Oh, itu bunyi pagerku, aku mengimplan microchip untuk pager di tanganku" kata pria pertama.
Beberapa menit kemudian, ada dering handphone berbunyi. Pria kedua mengangkat telapak tangannya dan menempelkannya ke telinga, lalu berbicara.
Seteleah selesai berbicara, pria kedua berkata: "oh,itu tadi handphone gue, gue dah install microchip di telapak tangan gue"
Pria ketiga merasa malu karena tidak bisa seperti mereka, keluar dari sauna, terus kembali dengan kertas toilet menggantung dari lipatan pantatnya.
Yang lain merasa keheranan.
"Oh, aku lagi menerima fax" sahut pria ketiga dengan bangga.
"Oh, itu bunyi pagerku, aku mengimplan microchip untuk pager di tanganku" kata pria pertama.
Beberapa menit kemudian, ada dering handphone berbunyi. Pria kedua mengangkat telapak tangannya dan menempelkannya ke telinga, lalu berbicara.
Seteleah selesai berbicara, pria kedua berkata: "oh,itu tadi handphone gue, gue dah install microchip di telapak tangan gue"
Pria ketiga merasa malu karena tidak bisa seperti mereka, keluar dari sauna, terus kembali dengan kertas toilet menggantung dari lipatan pantatnya.
Yang lain merasa keheranan.
"Oh, aku lagi menerima fax" sahut pria ketiga dengan bangga.
Kisah kakek dan cucu
1. kakek dan cucu sedang menonton film perang. Di film tsb tampak orang2 yang di pihak yg sudah kalah berlarian melindungi diri dari tembakan.
cucu : " wah kek, serem juga yah kalo perang, pada lari2 begitu"
kakek : " ah itu mah orang2 penakut. Dulu kakek, jaman perang melawan belanda. waktu temen2 kakek pada lari semua di kejar2, Kakek tetap diam di posisi."
cucu : "waaahhhh, kakek berani banget"
kakek : "soalnya kakek di todong pistol"
2. Kakek dan cucunya sedang naik mobil bersama2. tiba2 ada geng motor, salah satu di antaranya kebut2an sambil lepas tangan (tangannya ga megang stang)
cucu : " kakek2, liat deh, hebat banget ya ngebut2 gitu bisa sambil lepas tangan"
kakek : "ahh begitu aja sih biasa. dia kan jalannya pas lagi lurus"
cucu : "masa si kek?"
kakek : "kakek dulu waktu masih muda, bukan cuma pas lagi jalan lurus aja. pas lagi tikungan curam kakek naik motor ngebut, terus kakek lepas tangan. lebih cepet malah motornya"
cucu : "wahhhhhh, kakek lebih hebat ya ternyata"
kakek : "iya, tapi kakek duduk di belakang"
3. Kakek dan cucu sedang membaca koran bersama2. Diberitakan ada seorang mantan pemain bola yang mencoba bunuh diri dengan loncat dari lantai 5. Namun dia tidak meninggal, hanya saja dia mengalami luka berat dan sebagian besar tubuhnya patah tulang.
cucu : "kek, pemain bola emg kuat ya badannya, kalo orang biasa pasti udah mati"
kakek : "ahhh gitu aja mah biasa, itu kan banyak banget bagian badan nya yang patah, masa pemain bola kaya gitu?"
cucu : "ohh gitu ya kek?"
kakek : "iya, kakek dulu waktu masi muda, pernah juga jatoh dari lantai 5. tapi jempol tangan kiri kakek doang yang patah"
cucu : "waaaaaah, kakek sakti!"
kakek : "yang lainnya retak semua"
cucu : " wah kek, serem juga yah kalo perang, pada lari2 begitu"
kakek : " ah itu mah orang2 penakut. Dulu kakek, jaman perang melawan belanda. waktu temen2 kakek pada lari semua di kejar2, Kakek tetap diam di posisi."
cucu : "waaahhhh, kakek berani banget"
kakek : "soalnya kakek di todong pistol"
2. Kakek dan cucunya sedang naik mobil bersama2. tiba2 ada geng motor, salah satu di antaranya kebut2an sambil lepas tangan (tangannya ga megang stang)
cucu : " kakek2, liat deh, hebat banget ya ngebut2 gitu bisa sambil lepas tangan"
kakek : "ahh begitu aja sih biasa. dia kan jalannya pas lagi lurus"
cucu : "masa si kek?"
kakek : "kakek dulu waktu masih muda, bukan cuma pas lagi jalan lurus aja. pas lagi tikungan curam kakek naik motor ngebut, terus kakek lepas tangan. lebih cepet malah motornya"
cucu : "wahhhhhh, kakek lebih hebat ya ternyata"
kakek : "iya, tapi kakek duduk di belakang"
3. Kakek dan cucu sedang membaca koran bersama2. Diberitakan ada seorang mantan pemain bola yang mencoba bunuh diri dengan loncat dari lantai 5. Namun dia tidak meninggal, hanya saja dia mengalami luka berat dan sebagian besar tubuhnya patah tulang.
cucu : "kek, pemain bola emg kuat ya badannya, kalo orang biasa pasti udah mati"
kakek : "ahhh gitu aja mah biasa, itu kan banyak banget bagian badan nya yang patah, masa pemain bola kaya gitu?"
cucu : "ohh gitu ya kek?"
kakek : "iya, kakek dulu waktu masi muda, pernah juga jatoh dari lantai 5. tapi jempol tangan kiri kakek doang yang patah"
cucu : "waaaaaah, kakek sakti!"
kakek : "yang lainnya retak semua"
Kisah Seorang Sarjana Komputer mencari jodoh
Seorang sarjana komputer mencari istri yang selama ini dia idam-idamkan dengan kriteria.
Karena dia sangat terobsesi dengan dunia IT, maka ia menerapkan sejumlah syarat yang juga “berbau” istilah IT.
Syarat-syarat itu adalah:
1. GUI MENARIK, harus cantik hingga tidak bosan untuk selalu dipandangi tiap hari sepulang dari kantor.
2. ROBUST, handal dan tidak mudah capek.
3. ENERGY SAVER, pintar mengatur jadual kapan harus istirahat setelah bekerja seharian mengurus rumah, tapi langsung ON ketika dibutuhkan.
4. NETWORK AVAILABLE, punya jaringan pertemanan yang luas biar nggak kuper.
5. PORTABLE, siap dibawa kemana saja mengikuti penempatan kerja suaminya.
6. RESPONSIVE, tau apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
7. PLUG AND PLAY, tidak perlu diajarkan cara penggunaannya saat ada barang/perabot baru di rumah.
8. ERGONOMIS, pas di tangan dan tidak bikin lelah … (apanya hayo???)
9. MULTITASKING, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, memasak di kompor sekaligus mencuci menggunakan mesin cuci dalam waktu bersamaan.
10. MULTILINGUAL, bisa berbicara dalam minimal 2 bahasa, ketika berhadapan dengan suami dan ketika berhadapan dengan mertua.
Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan sosok yang diidamkan tersebut.
Puas rasanya mendapatkan istri idaman setelah melalui 1000 kota.
Tapi alangkah kagetnya dia ketika mendapati ternyata istrinya juga memiliki satu fitur tambahan, yakni MULTIUSER!!!
note : jangan dianggap serius, ini cuman humor
Karena dia sangat terobsesi dengan dunia IT, maka ia menerapkan sejumlah syarat yang juga “berbau” istilah IT.
Syarat-syarat itu adalah:
1. GUI MENARIK, harus cantik hingga tidak bosan untuk selalu dipandangi tiap hari sepulang dari kantor.
2. ROBUST, handal dan tidak mudah capek.
3. ENERGY SAVER, pintar mengatur jadual kapan harus istirahat setelah bekerja seharian mengurus rumah, tapi langsung ON ketika dibutuhkan.
4. NETWORK AVAILABLE, punya jaringan pertemanan yang luas biar nggak kuper.
5. PORTABLE, siap dibawa kemana saja mengikuti penempatan kerja suaminya.
6. RESPONSIVE, tau apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
7. PLUG AND PLAY, tidak perlu diajarkan cara penggunaannya saat ada barang/perabot baru di rumah.
8. ERGONOMIS, pas di tangan dan tidak bikin lelah … (apanya hayo???)
9. MULTITASKING, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, memasak di kompor sekaligus mencuci menggunakan mesin cuci dalam waktu bersamaan.
10. MULTILINGUAL, bisa berbicara dalam minimal 2 bahasa, ketika berhadapan dengan suami dan ketika berhadapan dengan mertua.
Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan sosok yang diidamkan tersebut.
Puas rasanya mendapatkan istri idaman setelah melalui 1000 kota.
Tapi alangkah kagetnya dia ketika mendapati ternyata istrinya juga memiliki satu fitur tambahan, yakni MULTIUSER!!!
note : jangan dianggap serius, ini cuman humor
JIKA GUE JADI BOSS DAN ORANG LAIN JADI STAFF
Bila gue jadi boss tetap
pada pendapatnya, itu berarti gue konsisten.
Bila staff gue tetap pada
pendapatnya, itu berati dia keras kepala!
Bila gue jadi boss selalu
berubah-ubah pendapat dan prinsip, itu berati gue fleksibel.
Bila staff gue selalu berubah-ubah
pendapat, itu berati dia plin-plan dan tidakpede!
Bila gue jadi boss bekerja lambat, itu berarti gue teliti.
Bila staff gue bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform!
Bila gue jadi boss bekerja cepat, itu berarti gue smart.
Bila staff gue bekerja
cepat, itu berarti terburu-buru!
Bila gue jadi boss lambat
memutuskan, itu berarti gue hati-hati.
Bila staff gue lambat
memutuskan, itu berarti dia telmi!
Bila gue jadi boss mengambil keputusan cepat, itu berarti gue berani mengambil keputusan dan
tantangan.
Bila staff gue mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah!
Bila gue jadi boss terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti gue risk talking.
Bila staff gue terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono dan tidak becus!
Bila gue jadi boss terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti gue prudent.
Bila staff gue terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis!
Bila gue jadi boss mem-by
pass prosedur, itu berarti gue proaktif-innovatif.
Bila staff gue mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan dan membangkang!
Bila gue jadi boss terlalu curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti gue waspada.
Bila staff gue terlalu curiga
terhadap mitra bisnis itu berarti dia negative thiking!
Bila gue jadi boss menyatakan
sulit, itu berarti gue prediktif-antisipatif.
Bila staff gue menyatakan
sulit, itu berarti dia pesimistik!
Bila gue jadi boss menyatakan mudah, itu berarti gue optimis.
Bila staff gue menyatakan
mudah, itu berarti dia meremehkan masalah!
Bila gue jadi boss sering
keluar kantor, itu berarti gue rajin ke customer..
Bila staff gue boss
sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan!
Bila gue jadi boss menyatakan mudah, itu berarti gue optimis.
Bila staff gue menyatakan
mudah, itu berarti dia meremehkan masalah!
Bila gue jadi boss sering entertaiment, itu berarti gue rajin me-lobby customer.
Bila staff gue sering entertaiment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran dan tukang boros!
Bila gue jadi boss sering
tidak masuk, itu berarti gue kelelahan karena kerja keras..
Bila staff gue sering tidak
masuk,itu berarti dia pemalas!
Bila gue jadi boss sering
minta fasilitas mewah, itu berarti gue menjaga citra perusahaan..
Bila staff gue sering minta
fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut!
……., dan masih banyak lagi!
Bila gue jadi boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti gue humoris. Bila ada staff gue membuat tulisan seperti
ini, itu berarti staff gue: frustasi, iri terhadap karir orang lain, negative
thiking, barisan sakit hati, provokasi, tidak tahan banting,
berpolitik di kantor, tidak produktif dan tidak sesuai dengan
budaya perusahaan dan…., masih banyak
lagi…... Up tome dong!Lha
kan gue yang jadi boss….Iyakan?! Jadi sah-sah ajakan.
pada pendapatnya, itu berarti gue konsisten.
Bila staff gue tetap pada
pendapatnya, itu berati dia keras kepala!
Bila gue jadi boss selalu
berubah-ubah pendapat dan prinsip, itu berati gue fleksibel.
Bila staff gue selalu berubah-ubah
pendapat, itu berati dia plin-plan dan tidakpede!
Bila gue jadi boss bekerja lambat, itu berarti gue teliti.
Bila staff gue bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform!
Bila gue jadi boss bekerja cepat, itu berarti gue smart.
Bila staff gue bekerja
cepat, itu berarti terburu-buru!
Bila gue jadi boss lambat
memutuskan, itu berarti gue hati-hati.
Bila staff gue lambat
memutuskan, itu berarti dia telmi!
Bila gue jadi boss mengambil keputusan cepat, itu berarti gue berani mengambil keputusan dan
tantangan.
Bila staff gue mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah!
Bila gue jadi boss terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti gue risk talking.
Bila staff gue terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono dan tidak becus!
Bila gue jadi boss terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti gue prudent.
Bila staff gue terlalu
berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis!
Bila gue jadi boss mem-by
pass prosedur, itu berarti gue proaktif-innovatif.
Bila staff gue mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan dan membangkang!
Bila gue jadi boss terlalu curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti gue waspada.
Bila staff gue terlalu curiga
terhadap mitra bisnis itu berarti dia negative thiking!
Bila gue jadi boss menyatakan
sulit, itu berarti gue prediktif-antisipatif.
Bila staff gue menyatakan
sulit, itu berarti dia pesimistik!
Bila gue jadi boss menyatakan mudah, itu berarti gue optimis.
Bila staff gue menyatakan
mudah, itu berarti dia meremehkan masalah!
Bila gue jadi boss sering
keluar kantor, itu berarti gue rajin ke customer..
Bila staff gue boss
sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan!
Bila gue jadi boss menyatakan mudah, itu berarti gue optimis.
Bila staff gue menyatakan
mudah, itu berarti dia meremehkan masalah!
Bila gue jadi boss sering entertaiment, itu berarti gue rajin me-lobby customer.
Bila staff gue sering entertaiment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran dan tukang boros!
Bila gue jadi boss sering
tidak masuk, itu berarti gue kelelahan karena kerja keras..
Bila staff gue sering tidak
masuk,itu berarti dia pemalas!
Bila gue jadi boss sering
minta fasilitas mewah, itu berarti gue menjaga citra perusahaan..
Bila staff gue sering minta
fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut!
……., dan masih banyak lagi!
Bila gue jadi boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti gue humoris. Bila ada staff gue membuat tulisan seperti
ini, itu berarti staff gue: frustasi, iri terhadap karir orang lain, negative
thiking, barisan sakit hati, provokasi, tidak tahan banting,
berpolitik di kantor, tidak produktif dan tidak sesuai dengan
budaya perusahaan dan…., masih banyak
lagi…... Up tome dong!Lha
kan gue yang jadi boss….Iyakan?! Jadi sah-sah ajakan.
Selasa, 25 November 2008
If Beatles are IT guys lyrics
The Beatles - Yesterday
Yesterday,
All those backups seemed a waste of pay.
Now my database has gone away.
Oh I believe in yesterday.
Suddenly,
There’s not half the files there used to be,
And there’s a milestone
hanging over me
The system crashed so suddenly.
I pushed something wrong
What it was I could not say.
Now all my data’s gone
and I long for yesterday-ay-ay-ay.
Yesterday,
The need for back-ups seemed so far away.
I knew my data was all here to stay,
Now I believe in yesterday.
· · · · · · · · · ·
The Beatles - Imagine
Imagine there’s no Windows,
It’s easy if you try.
No fatal errors or new bugs
To kill your hard drives.
Imagine Mr. Bill Gates
Leaving us in peace!
Imagine never-ending hard disks,
It isn’t hard to do.
Nothing to del or wipe off
And no floppy too
Imagine Mr. Bill Gates
Sharing all his money.
You may say I’m a hacker,
But I’m not the only one.
I hope someday you’ll join us
And your games will fit in RAM
Imagine 1-Giga RAM
I wonder if you can.
No need for left-shifts or set-ups
And no booting again and again.
Imagine all the systems
Working all life-time!
You may say I’m a hacker,
But I’m not the only one.
Maybe someday I’ll be a kracker
And then I’ll make Windows run.
· · · · · · · · · ·
The Beatles - Let it Be
When I find my code in tons of trouble,
Friends and colleagues come to me,
Speaking words of wisdom:
“Write in C.”
As the deadline fast approaches,
And bugs are all that I can see,
Somewhere, someone whispers:
“Write in C.”
Write in C, Write in C,
Write in C, oh, Write in C.
LOGO’s dead and buried,
Write in C.
I used to write a lot of FORTRAN,
For science it worked flawlessly.
Try using it for graphics!
Write in C.
If you’ve just spent nearly 30 hours,
Debugging some assembly,
Soon you will be glad to
Write in C.
Write in C, Write in C,
Write in C, yeah, Write in C.
BASIC’s not the answer.
Write in C.
Write in C, Write in C
Write in C, oh, Write in C.
Pascal won’t quite cut it.
Write in C.
Yesterday,
All those backups seemed a waste of pay.
Now my database has gone away.
Oh I believe in yesterday.
Suddenly,
There’s not half the files there used to be,
And there’s a milestone
hanging over me
The system crashed so suddenly.
I pushed something wrong
What it was I could not say.
Now all my data’s gone
and I long for yesterday-ay-ay-ay.
Yesterday,
The need for back-ups seemed so far away.
I knew my data was all here to stay,
Now I believe in yesterday.
· · · · · · · · · ·
The Beatles - Imagine
Imagine there’s no Windows,
It’s easy if you try.
No fatal errors or new bugs
To kill your hard drives.
Imagine Mr. Bill Gates
Leaving us in peace!
Imagine never-ending hard disks,
It isn’t hard to do.
Nothing to del or wipe off
And no floppy too
Imagine Mr. Bill Gates
Sharing all his money.
You may say I’m a hacker,
But I’m not the only one.
I hope someday you’ll join us
And your games will fit in RAM
Imagine 1-Giga RAM
I wonder if you can.
No need for left-shifts or set-ups
And no booting again and again.
Imagine all the systems
Working all life-time!
You may say I’m a hacker,
But I’m not the only one.
Maybe someday I’ll be a kracker
And then I’ll make Windows run.
· · · · · · · · · ·
The Beatles - Let it Be
When I find my code in tons of trouble,
Friends and colleagues come to me,
Speaking words of wisdom:
“Write in C.”
As the deadline fast approaches,
And bugs are all that I can see,
Somewhere, someone whispers:
“Write in C.”
Write in C, Write in C,
Write in C, oh, Write in C.
LOGO’s dead and buried,
Write in C.
I used to write a lot of FORTRAN,
For science it worked flawlessly.
Try using it for graphics!
Write in C.
If you’ve just spent nearly 30 hours,
Debugging some assembly,
Soon you will be glad to
Write in C.
Write in C, Write in C,
Write in C, yeah, Write in C.
BASIC’s not the answer.
Write in C.
Write in C, Write in C
Write in C, oh, Write in C.
Pascal won’t quite cut it.
Write in C.
Jumat, 26 September 2008
Kejutan
Seorang Presiden merasa bosan dengan hidupnya yang monoton dan begitu-begitu saja. Kemudian dia berkata kepada tukang sapu di istana, “Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih mengejutkan lagi.”
Begitulah, beberapa hari kemudian sang Presiden sedang berdiri di Jendela istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat sang presiden.
“Hei, gila, apa-apaan ini!” teriak Presiden dengan sangat terkejut.
“Oh, maaf, bapak Presiden,” sahut si tukang sapu. “Tadinya saya sangka bapak adalah Ibu Negara …”
Begitulah, beberapa hari kemudian sang Presiden sedang berdiri di Jendela istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat sang presiden.
“Hei, gila, apa-apaan ini!” teriak Presiden dengan sangat terkejut.
“Oh, maaf, bapak Presiden,” sahut si tukang sapu. “Tadinya saya sangka bapak adalah Ibu Negara …”
8 Aturan Simpel
Ketika saya masih di SMA, saya terbiasa dengan sikap galak semua ayah mantan pacar saya, yang mengira saya mau berbuat yang tidak senonoh terhadap putri mereka. Ketika tahu saya yang datang, mereka biasanya menampilkan muka yang haus darah, menyalami saya dengan genggaman yang sepertinya bisa memeras air dari sebuah batu bata.
Sekarang, bertahun-tahun kemudian, giliran saya yang menjadi seorang ayah. Teringat betapa tidak adilnya saya diperlakukan ketika saya mengencani anaknya, sayapun akan berusaha sebisa mungkin membuat pacar putri saya ini menderita.
“Sebagai seorang ayah, saya membuat beberapa aturan main, yang saya pahat di dua buah batu dan saya letakkan di ruang tamu.” jelas saya kepada anak usia tanggung itu.
Aturan pertama : Jangan membunyikan klakson mobil di depan rumah ini kalau anda bukan pengantar paket, tidak ada yang keluar dari rumah ini untuk pergi dengan anda.
Aturan kedua : Jangan pernah menyentuh putriku di depan saya. Boleh melirik sebentar, selama tidak menatap kawasan leher ke bawah. Jika kamu tidak bisa menjaga mata atau tanganmu dari tubuh putriku, saya akan mencabutnya dari tubuhmu.
Aturan ketiga : Saya menyadari bahwa mode yang lagi “in” buat anak-anak seumurmu ini adalah memakai celana kedodoran yang sepertinya bisa melorot setiap saat. Silahkan saja datang ke rumah ini dengan gaya itu, tapi jangan salahkan saya bila saya mengambil straples besar dan menstraples celanamu itu erat-erat ke pinggangmu.
Aturan keempat : Saya yakin kamu sudah sering mendengar slogan-slogan “Sex tanpa pengaman bisa membunuhmu.” Biarkan saya menjelaskannya untukmu : Ketika berhubungan dengan Sex, SAYA adalah Pengamannya, dan SAYA AKAN MEMBUNUHMU.
Aturan kelima : Mungkin kamu mengira supaya dapat dekat dengan saya, kamu harus berbicara mengenai politik, olahraga atau berita-berita terkini. Tolong jangan lakukan itu. Informasi yang saya perlukan adalah informasi kamu membawa pulang anak saya dengan selamat sampai ke rumah sebelum jam 9 malam.
Aturan keenam : Saya yakin kamu adalah siswa populer, yang punya banyak kesempatan untuk mengencani gadis lain. Saya sih oke-oke saja selagi putri saya tidak keberatan. Tapi, Perlu saya tekankan disini, kalau sampai kamu membuat anak saya menangis, saya akan membuatmu menangis juga.
Aturan ketujuh : Selagi kamu menunggu putri saya keluar, jangan pernah mengeluh, melihat-lihat jam atau menggeleng-gelengkan kepala. Jika kamu ingin selalu datang tepat waktu ke bioskop, jangan pacaran. Putri saya menghabiskan waktu yang lama untuk berdandan, lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk mengecat jembatan ampera. Daripada kamu bengong-bengong aja disitu, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti … mengganti oli mobil saya?
Aturan kedelapan : Tempat-tempat berikut ini adalah tempat yang salah untuk membawa putri saya : Tempat yang ada ranjang, sofa dan apapun yang lebih lembut dari batu bata. Tempat yang tidak ada orang tua, polisi atau biarawati. Tempat yang gelap. Tempat yang bisa untuk berdansa, berpegangan tangan atau bersenang-senang. Tempat yang cukup panas sehingga membuat anak saya memakai tank top atau kaos yang tipis. Film yang berjenis romantis atau yang berhubungan dengan sex harus di jauhi, film yang orangnya berlari-lari dengan membawa gergaji mesin, itu boleh.
Putri saya mengatakan dia merasa malu setiap kali dia turun ke ruang tamu melihat saya sedang mencekoki pacarnya agar dapat mengingat kedelapan aturan ini. Padahal kan cuma ada delapan, tapi tidak mengerti-ngerti juga, dasar …
Suatu ketika, istri saya melihat saya sedang mencekoki pacarnya putri saya itu dan bertanya kenapa saya begitu kerasnya kepada anak laki-laki itu. “Apa kamu lupa kamu juga pernah seumuran dia?” Tanya istriku.
“Tentu saja saya ingat. Memangnya kamu lupa dari mana saya bisa mendapatkan kedelapan aturan yang simple ini?”
Dan istri sayapun tertawa …
Sekarang, bertahun-tahun kemudian, giliran saya yang menjadi seorang ayah. Teringat betapa tidak adilnya saya diperlakukan ketika saya mengencani anaknya, sayapun akan berusaha sebisa mungkin membuat pacar putri saya ini menderita.
“Sebagai seorang ayah, saya membuat beberapa aturan main, yang saya pahat di dua buah batu dan saya letakkan di ruang tamu.” jelas saya kepada anak usia tanggung itu.
Aturan pertama : Jangan membunyikan klakson mobil di depan rumah ini kalau anda bukan pengantar paket, tidak ada yang keluar dari rumah ini untuk pergi dengan anda.
Aturan kedua : Jangan pernah menyentuh putriku di depan saya. Boleh melirik sebentar, selama tidak menatap kawasan leher ke bawah. Jika kamu tidak bisa menjaga mata atau tanganmu dari tubuh putriku, saya akan mencabutnya dari tubuhmu.
Aturan ketiga : Saya menyadari bahwa mode yang lagi “in” buat anak-anak seumurmu ini adalah memakai celana kedodoran yang sepertinya bisa melorot setiap saat. Silahkan saja datang ke rumah ini dengan gaya itu, tapi jangan salahkan saya bila saya mengambil straples besar dan menstraples celanamu itu erat-erat ke pinggangmu.
Aturan keempat : Saya yakin kamu sudah sering mendengar slogan-slogan “Sex tanpa pengaman bisa membunuhmu.” Biarkan saya menjelaskannya untukmu : Ketika berhubungan dengan Sex, SAYA adalah Pengamannya, dan SAYA AKAN MEMBUNUHMU.
Aturan kelima : Mungkin kamu mengira supaya dapat dekat dengan saya, kamu harus berbicara mengenai politik, olahraga atau berita-berita terkini. Tolong jangan lakukan itu. Informasi yang saya perlukan adalah informasi kamu membawa pulang anak saya dengan selamat sampai ke rumah sebelum jam 9 malam.
Aturan keenam : Saya yakin kamu adalah siswa populer, yang punya banyak kesempatan untuk mengencani gadis lain. Saya sih oke-oke saja selagi putri saya tidak keberatan. Tapi, Perlu saya tekankan disini, kalau sampai kamu membuat anak saya menangis, saya akan membuatmu menangis juga.
Aturan ketujuh : Selagi kamu menunggu putri saya keluar, jangan pernah mengeluh, melihat-lihat jam atau menggeleng-gelengkan kepala. Jika kamu ingin selalu datang tepat waktu ke bioskop, jangan pacaran. Putri saya menghabiskan waktu yang lama untuk berdandan, lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk mengecat jembatan ampera. Daripada kamu bengong-bengong aja disitu, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti … mengganti oli mobil saya?
Aturan kedelapan : Tempat-tempat berikut ini adalah tempat yang salah untuk membawa putri saya : Tempat yang ada ranjang, sofa dan apapun yang lebih lembut dari batu bata. Tempat yang tidak ada orang tua, polisi atau biarawati. Tempat yang gelap. Tempat yang bisa untuk berdansa, berpegangan tangan atau bersenang-senang. Tempat yang cukup panas sehingga membuat anak saya memakai tank top atau kaos yang tipis. Film yang berjenis romantis atau yang berhubungan dengan sex harus di jauhi, film yang orangnya berlari-lari dengan membawa gergaji mesin, itu boleh.
Putri saya mengatakan dia merasa malu setiap kali dia turun ke ruang tamu melihat saya sedang mencekoki pacarnya agar dapat mengingat kedelapan aturan ini. Padahal kan cuma ada delapan, tapi tidak mengerti-ngerti juga, dasar …
Suatu ketika, istri saya melihat saya sedang mencekoki pacarnya putri saya itu dan bertanya kenapa saya begitu kerasnya kepada anak laki-laki itu. “Apa kamu lupa kamu juga pernah seumuran dia?” Tanya istriku.
“Tentu saja saya ingat. Memangnya kamu lupa dari mana saya bisa mendapatkan kedelapan aturan yang simple ini?”
Dan istri sayapun tertawa …
Suami Takut Istri
Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.
Salah seorang malaikat berkata: “Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri.”
Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan “suami yang mendominasi istri’, yang lainnya berada dalam barisan “suami yang didominasi istri”.
Melihat itu, marahlah malaikat: “Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!”, sambung malaikat, “Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini.”
Pria itu berkata: “Nggak tahu, tadi saya disuruh istri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana-mana.”
Salah seorang malaikat berkata: “Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri.”
Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan “suami yang mendominasi istri’, yang lainnya berada dalam barisan “suami yang didominasi istri”.
Melihat itu, marahlah malaikat: “Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!”, sambung malaikat, “Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini.”
Pria itu berkata: “Nggak tahu, tadi saya disuruh istri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana-mana.”
Kamis, 25 September 2008
Turis Jepang ke Jakarta
Ada seorang turis asing dari jepang,ketika sampai ke jakarta, Ia langsung minta diantar ke hotel oleh sebuah taksi.
Ketika lewat depan gedung MPR turis itu bertanya kepada sopir taksi.
“Untuk membuat bangunan seperti ini,berapa lama waktu yang dibutuhkan?” tanya turis kepada supir.
Karena nggak tau supir menjawab dengan asal
“Sekitar satu tahun”.
“Kalau dijepang bangunan seperti ini selesai dalam waktu enam bulan” kata turis kepada supir.
Ketika taksi lewat di depan Masjid Istiqlal turis bertanya lagi kepada supir.
“Bangunan seperti ini, berapa lama dibangun?”.
“enam bulan” jawab supir.
“Enam bulan!! kalau dijepang cukup satu bulan”jawab turis.
Ketika lewat didepan Tugu Monas turis bertanya lagi kepada supir.
“Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun bangunan itu” tanya Turis.
“Wah nggak tau yaa,tapi rasanya saya lewat tadi bangunan itu belum ada tuh!” jawab supir.
Turis : “??!$%^&??!!!?”
Ketika lewat depan gedung MPR turis itu bertanya kepada sopir taksi.
“Untuk membuat bangunan seperti ini,berapa lama waktu yang dibutuhkan?” tanya turis kepada supir.
Karena nggak tau supir menjawab dengan asal
“Sekitar satu tahun”.
“Kalau dijepang bangunan seperti ini selesai dalam waktu enam bulan” kata turis kepada supir.
Ketika taksi lewat di depan Masjid Istiqlal turis bertanya lagi kepada supir.
“Bangunan seperti ini, berapa lama dibangun?”.
“enam bulan” jawab supir.
“Enam bulan!! kalau dijepang cukup satu bulan”jawab turis.
Ketika lewat didepan Tugu Monas turis bertanya lagi kepada supir.
“Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun bangunan itu” tanya Turis.
“Wah nggak tau yaa,tapi rasanya saya lewat tadi bangunan itu belum ada tuh!” jawab supir.
Turis : “??!$%^&??!!!?”
Senin, 15 September 2008
BALADA MR BEAN
Mr. Bean menghadiri rapat
Rekan: Maaf saya terlambat. Saya terjebak di dalam lift selama 4 jam karena listrik padam.
Mr. Bean: Tidak apa, saya juga ? saya terjebak di eskalator selama 3 jam.
____________ _________ ____
Pelajaran Mengeja
Anak Mr. Bean: Pa, bagaimana ejaan kata "successful" ? dengan satu c atau dua c?
Mr. Bean: Beri saja tiga agar yakin.
____________ _________ ________
Mr. Bean ke bioskop
Teman: Mengapa kamu mengajak 18 teman menonton bioskop.
Mr. Bean: Karena di bawah 18 tidak boleh.
____________ _________ _______
Mr. Bean membeli TV
Mr. Bean: Apakah ada TV warna?
Penjual: Ya!
Mr. Bean: Beri saya yang hijau.
____________ _________ _________ _
Mr. Bean membeli termos
Mr. Bean: Barang apakah ini?
Penjual: Ini adalah termos.
Mr. Bean: Untuk apa itu?
Penjual: Membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Mr. Bean: Ha, ha. Saya akan beli.
Besoknya Mr. Bean ke kantor dengan membawa termos.
Bos: Mengapa Anda membawa termos?
Mr. Bean: Karena membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Bos: Anda isi apa?
Mr. Bean: Dua gelas kopi dan secangkir es krim.
____________ _________ _________ _______
Mr. Bean di kantor
Mr. Bean sangat teliti, setelah membuat fotocopy ia selalu mengecek apakah
hasil kopiannya cocok dengan aslinya.
____________ _________
Mr. Bean di tengah badai petir
Mr. Bean selalu tersenyum ketika ada badai petir karena ia mengira sedang dipotret.
____________ _________ __
Mr. Bean menelpon
Mr. Bean bingung tidak bisa menelpon 911.
Karena di situ tidak ada angka 11.
____________ _________ ________
Mr. Bean bekerja dengan komputer
Mr. Bean membeli komputer baru dan menggunakannya. Ketika ia menemui kesulitan, ia memutuskan untuk menekan tombol "Help".
Tak lama kemudian ia menjadi bingung dan menelpon toko komputer.
Mr. Bean: Saya menekan tombol F1 untuk meminta bantuan, tetapi sudah setengah jam tidak ada orang datang membantu saya.
____________ _________ ______
Mr. Bean ke dokter
Mr. Bean datang ke dokter dengan kedua telinganya luka bakar.
Dokter: Apa yang terjadi?
Mr. Bean: Saya sedang menyeterika dan telepon berdering, saya salah mengambil gagang telepon, tidak sengaja saya mengangkat seterika dan menempelkannya di telinga saya.
Dokter: Wow..! Tetapi apa yang terjadi dengan telinga Anda yang satu lagi?
Mr. Bean: Teman saya yang goblok itu menelepon lagi.
____________ _________ _________ __
Mr. Bean bermain jissaw puzzle
Setelah berhasil menyusun suatu jigsaw puzzle dengan bangga ia memperlihatkan pada temannya.
Mr. Bean: Saya hanya memerlukan 5 bulan untuk menyusunnya.
Teman: Mengapa begitu lama?
Mr. Bean: Lama? Lihat ini dikotaknya tertulis "Untuk 4-7 tahun".
Tumor otak
____________ _____
Dokter: Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan)
Dokter: Anda mengerti maksud saya bukan?
Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh?
Dokter:Mengapa Anda begitu gembira?
Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.
____________ _________ _________ _________ _____
Mr. Bean di sekolah
Guru: Berapakah 5 plus 4?
Mr. Bean: 9
Guru: Berapakah 4 plus 5?
Mr. Bean: He, he, Anda mau menjebak saya, Anda hanya membalik hitungannya, jawabnya 6!!
____________ _________ _________ _________ __
Mr. Bean di apotik
Mr. Bean: Saya ingin membeli vitamin untuk cucu saya.
Karyawan: Vitamin apa, A, B atau C?
Mr. Bean : Apa saja, cucu saya belum bisa membaca!!
____________ _________ _______
Mr. Bean sedang di belakang orang yang mengantri di ATM
Orang: Apa yang kamu lihat?
Mr. Bean:Saya tahu nomor PIN Anda, hee, hee...
Orang:OK, berapakah nomor PIN saya?
Mr. Bean: Empat buah asterisk (*).
____________ _________ _________ _______
Mr. Bean sedang mengobrol dengan teman
Teman: Bagaimana dengan kaset video yang Anda pinjam dari saya kemarin? Bagus?
Mr. Bean: Apanya yang bagus, tadinya saya kira itu sebuah film horor. Ternyata tidak ada gambarnya.
Teman:Apa judul film itu?
Mr. Bean: Head Cleaner.
____________ _________ _________ __
Ibu Mr. Bean meninggal
Mr. Bean: (menangis) Dokter bilang, ibu saya meninggal.
Teman: Saya ikut berduka cita, sahabatku.
Dua menit kemudian Mr. Bean menangis lagi bahkan lebih keras.
Teman: Ada apa lagi?
Mr. Bean: Kakak saya baru menelepon, ibunya juga meninggal
Rekan: Maaf saya terlambat. Saya terjebak di dalam lift selama 4 jam karena listrik padam.
Mr. Bean: Tidak apa, saya juga ? saya terjebak di eskalator selama 3 jam.
____________ _________ ____
Pelajaran Mengeja
Anak Mr. Bean: Pa, bagaimana ejaan kata "successful" ? dengan satu c atau dua c?
Mr. Bean: Beri saja tiga agar yakin.
____________ _________ ________
Mr. Bean ke bioskop
Teman: Mengapa kamu mengajak 18 teman menonton bioskop.
Mr. Bean: Karena di bawah 18 tidak boleh.
____________ _________ _______
Mr. Bean membeli TV
Mr. Bean: Apakah ada TV warna?
Penjual: Ya!
Mr. Bean: Beri saya yang hijau.
____________ _________ _________ _
Mr. Bean membeli termos
Mr. Bean: Barang apakah ini?
Penjual: Ini adalah termos.
Mr. Bean: Untuk apa itu?
Penjual: Membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Mr. Bean: Ha, ha. Saya akan beli.
Besoknya Mr. Bean ke kantor dengan membawa termos.
Bos: Mengapa Anda membawa termos?
Mr. Bean: Karena membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Bos: Anda isi apa?
Mr. Bean: Dua gelas kopi dan secangkir es krim.
____________ _________ _________ _______
Mr. Bean di kantor
Mr. Bean sangat teliti, setelah membuat fotocopy ia selalu mengecek apakah
hasil kopiannya cocok dengan aslinya.
____________ _________
Mr. Bean di tengah badai petir
Mr. Bean selalu tersenyum ketika ada badai petir karena ia mengira sedang dipotret.
____________ _________ __
Mr. Bean menelpon
Mr. Bean bingung tidak bisa menelpon 911.
Karena di situ tidak ada angka 11.
____________ _________ ________
Mr. Bean bekerja dengan komputer
Mr. Bean membeli komputer baru dan menggunakannya. Ketika ia menemui kesulitan, ia memutuskan untuk menekan tombol "Help".
Tak lama kemudian ia menjadi bingung dan menelpon toko komputer.
Mr. Bean: Saya menekan tombol F1 untuk meminta bantuan, tetapi sudah setengah jam tidak ada orang datang membantu saya.
____________ _________ ______
Mr. Bean ke dokter
Mr. Bean datang ke dokter dengan kedua telinganya luka bakar.
Dokter: Apa yang terjadi?
Mr. Bean: Saya sedang menyeterika dan telepon berdering, saya salah mengambil gagang telepon, tidak sengaja saya mengangkat seterika dan menempelkannya di telinga saya.
Dokter: Wow..! Tetapi apa yang terjadi dengan telinga Anda yang satu lagi?
Mr. Bean: Teman saya yang goblok itu menelepon lagi.
____________ _________ _________ __
Mr. Bean bermain jissaw puzzle
Setelah berhasil menyusun suatu jigsaw puzzle dengan bangga ia memperlihatkan pada temannya.
Mr. Bean: Saya hanya memerlukan 5 bulan untuk menyusunnya.
Teman: Mengapa begitu lama?
Mr. Bean: Lama? Lihat ini dikotaknya tertulis "Untuk 4-7 tahun".
Tumor otak
____________ _____
Dokter: Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan)
Dokter: Anda mengerti maksud saya bukan?
Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh?
Dokter:Mengapa Anda begitu gembira?
Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.
____________ _________ _________ _________ _____
Mr. Bean di sekolah
Guru: Berapakah 5 plus 4?
Mr. Bean: 9
Guru: Berapakah 4 plus 5?
Mr. Bean: He, he, Anda mau menjebak saya, Anda hanya membalik hitungannya, jawabnya 6!!
____________ _________ _________ _________ __
Mr. Bean di apotik
Mr. Bean: Saya ingin membeli vitamin untuk cucu saya.
Karyawan: Vitamin apa, A, B atau C?
Mr. Bean : Apa saja, cucu saya belum bisa membaca!!
____________ _________ _______
Mr. Bean sedang di belakang orang yang mengantri di ATM
Orang: Apa yang kamu lihat?
Mr. Bean:Saya tahu nomor PIN Anda, hee, hee...
Orang:OK, berapakah nomor PIN saya?
Mr. Bean: Empat buah asterisk (*).
____________ _________ _________ _______
Mr. Bean sedang mengobrol dengan teman
Teman: Bagaimana dengan kaset video yang Anda pinjam dari saya kemarin? Bagus?
Mr. Bean: Apanya yang bagus, tadinya saya kira itu sebuah film horor. Ternyata tidak ada gambarnya.
Teman:Apa judul film itu?
Mr. Bean: Head Cleaner.
____________ _________ _________ __
Ibu Mr. Bean meninggal
Mr. Bean: (menangis) Dokter bilang, ibu saya meninggal.
Teman: Saya ikut berduka cita, sahabatku.
Dua menit kemudian Mr. Bean menangis lagi bahkan lebih keras.
Teman: Ada apa lagi?
Mr. Bean: Kakak saya baru menelepon, ibunya juga meninggal
GARA-GARA LILIN
Ny. O'Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O'Flannagan.
Pastur berkata, " Hai Ny . O'Reilly ... bagaimana kabar suami anda?
Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?
" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur", jawab Ny. O'Reilly.
Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda sekarang?"
"Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun."
"Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur.
Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya,
"Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?"
"Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny. O'Reilly.
Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!!
Lalu bagaimana keadaan suamimu?"
"Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly
"Ke Roma???
Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur.
"Mencoba mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.
Pastur berkata, " Hai Ny . O'Reilly ... bagaimana kabar suami anda?
Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?
" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur", jawab Ny. O'Reilly.
Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda sekarang?"
"Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun."
"Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur.
Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya,
"Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?"
"Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny. O'Reilly.
Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!!
Lalu bagaimana keadaan suamimu?"
"Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly
"Ke Roma???
Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur.
"Mencoba mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.
Langganan:
Postingan (Atom)


